🪷 Bijaksana

UNREPLACABLE

Oleh Akasa Dilara

Mentari pagi menghangatkan hati yang beku karena waktu Menyusup perlahan menghilangkan kerak-kerak rindu Angin yang berhembus ke wajahku menyibakkan memori di balik senyuman indah Sebuah asa yang tak pernah berujung Kusadari diriku berada dalam lamunan tanpa batas Semakin tenggelam lebih dalam Mencari apa yang tak pernah menjadi milikku Rindu berkarat itu diam di pojok relung hati Diam membisu namun ia bercerita Sunyi tapi dia bernyanyi Gelap tapi dia berwarna Di pojok itu kutemukan pula sebuah asa Kecil, sendiri, dan membeku Ia bersinar layaknya bintang Sirius Ia berwarna seperti pelangi Ia indah seperti senja kemerahan favoritku Ia menyejukkan seperti hujan Ia adalah namamu