🪷 Bijaksana

TINTA KERTAS

Oleh Ichsan

Tinta hitam tumpah Berlembarkan kertas putih Bertaburan noda hitam tanpa tujuan Terfikir ilustrasi dari taburan hitam Ku sentuh tinta itu Dengan sidik jari pengekspresi raga Terbentuk sketsa sidik hitam Yang bermakna, meski dari noda Sorot tajam sepasang mata Tertuang lepas butiran embun hati Basahi pipi melepas rindu Terisak sedih cahaya lampu neon Menggemparkan suasana pagi ini Garis senyum semu yang menawan Terpikir lambat, saat tampak Lambat laun, hanya ragu Namun, tidak ketika meniti lagi Seolah waktu terganti sekejap Tangan kotor yang sempat nakal Tak terhitung menemukan bayangan tersembunyi Tinta itu Kini berganti seorang rupawan Yang jauh berjalan di bumi Berputar pada sebuah hasrat Mencari arti detikan nafas Berjalanlah waktu karna takdirnya Terhenti pula bayangan itu malu Tampak nyata karya sebuah lukisan Meski lama menemukan Maksud cipratan puluhan tinta Tak kusangka Tangan ini mengenangmu Dari hari itu dan sekarang Berputar pensil tanpa batasan Menembus alam bawah sadar Yang telah lama mencoba tertutup Kali ini Langkah kaki semakin cepat Dan cepat Menembus masa keheningan Dan akan terus Mengikuti jejak tapakmu Hingga ku terpuaskan Walau satu kalimat pun tak akan terucap Mengingat hanya ini Salah satu nikmat Tuhan di dunia Yaitu kamu Lentera yang tak pernah padam Bernama sastrawan Meski tak kusebut Demi sebuah harga diri Namun, Tak terbayang Semudah ini melupakanmu