🪷 Bijaksana

TIADA DENDAM WALAU KESABARANMU TERUJI

Oleh Abel Or Zeck

Aku sedang berhenti.. Tak mundur atau maju. Aku sedang berhenti.. Duduk bersandar dan mengamati. Aku sedang berhenti.. Tak semua terlihat oleh kedua mata, terdengar kedua telinga dan tersentuh seluruh tubuh. Aku sedang berhenti.. Diam.. tak ikut berpartisipasi. Aku sedang berhenti.. Memejamkan mata dan menghembuskan nafas panjang. Aku sedang berhenti.. Berpikir mencari jalan dari hiruk pikuk keramaian. Aku sedang berhenti.. Bersembunyi dalam arus tenang. Aku sedang berhenti.. Tertambat di antara dua jalur. Aku sedang berhenti.. Membiarkan diri terseret alur ruang hingga diam di suatu waktu. Aku sedang berhenti.. Meleburkan semua keinginan. Aku sedang berhenti.. Mengambil ancang-ancang dari lompatan yang dulu kuhindari. Aku sedang berhenti.. Berdoa nanti aku tak terjatuh atau bila terjatuh agar dimudahkan untuk bangkit kembali. Aku sedang berhenti.. Dan di tengah pemberhentian ini aku tak ingin menyesali apapun, tak ingin bimbang dari apa yang luput, tak ingin gamang dari apa yang telah dirasa. Aku sedang berhenti.. Bara harapan tetap ada, serta diyakinkan oleh hadiah dari Tuhan berupa kebebasan dalam memilih. Aku sedang berhenti.. Semua orang tak mengambil jalan yang telah kita lalui pun sebaliknya kita tak berjalan di jalan orang lain. Aku sedang berhenti.. Apa yang telah diperjuangkan dan apa yang akan diperjuangkan, kita bersepakat semoga bermanfaat untuk diri sendiri, orang tua dan orang lain.

Puisi Lainnya

NASIHAT TAK BOSAN KAU UCAPKAN Oleh Abel Or Zeck