TERTULISLAH SEBUAH KESEDIHAN
Oleh Kevin Fajar
Tertulislah sebuah kesedihan
Seorang gadis bernama Tina
Sedang tertidur di bayangan daun
Dipejamkan matanya dengan debu-debu
Dengan menunggu badai yang terbakar"Datangkan api-api itu kepada diriku!"Teriakan Tina dari alkisah mimpi
Meratap dan menangis
Dengan luka yang bergetah
Berlumuran air-air dari matanya
Ia berharap
Ia datang ke rumahnya dengan bahagia
Sambil mengetuk pintu kecilnya itu
Ia dapat mencium telapak ibunya
Rambutnya diremas halus oleh ayahnya
Tapi apa kadar suatu rumah
Sang api bertemu surganya
Sedangkan ia melihat dengan rasa yang pahit
Dibawah langit yang berabu"Ayahanda, aku rindu padamu,""Aku ingin mencium telapakmu, ibu,""Aku ingin dipeluk oleh kalian,""Setelah sekolah tadi aku membawa piala,""Aku, telah menang dari yang kalah,""Melihat kesedihan yang tak bisa diucap,""Aku rindu, aku rindu,""Layaknya aku pergi berjualan kue,""Aku rindu sajak-sajakmu""Ibu, aku suka masakanmu,""Ayah, maaf aku belum bisa memetik daun,""Daun yang seperti emas,""Aku mungkin menepuk dahiku,""Betapa buruknya aku tak menjagamu,""Aku rindu, aku rindu,""Aku sendiri di sebuah tebing,""Sambil menangis seperti taring,""Pulangkan mereka dan peluklah mereka, Tuhan,""Aku akan terbangun nanti,""Aku janji akan nasihatmu,""Aku sayang kalian, sungguh!"