🪷 Bijaksana

TERSIKSA RINDU

Oleh Arofah K Nisa

Pada semilir angin yang berbisik Kan kusampaikan situasi hati yang pelik Ada rasa yang kian hari kian mengakar Bagai kobaran api yang gagah membakar Aku terus diliputi kesakitan tak berarti apa Menahannya terasa pedih, namun melepaskannya sungguh hanya angan belaka Yang tiap detiknya makin terasa mencekik Namun anehnya rindu ini tetap kokoh tak terusik Bahkan akupun sempat melontarkan sebuah tanya Pada fajar yang gagah, juga pada senja yang megah Sampai kapan aku berjalan tertatih-tertatih sebab rindu Rindu yang tertanam sangat dalam tak berkesudahan Aku tak ingin berhenti untuk menemukan secawan penawar Namun saat itu juga, sebuah granat penuh keraguan Melululantahkan segala perencanaan ikhtiar Bagaimana mungkin ini tak menyiksa? Jika yang dirindukan tak pernah sadar bahwa ada seseorang Yang tersiksa sebab rindu yang tak terindukan Alhasil aku kembali mencoba melontarkan tanya Kali ini pada hujan yang terjun anggun memecah kedahagaan Juga pada terik yang mencumbu penuh kehangatan Namun lagi-lagi mereka diam membisu Aku pun kembali tersiksa akan pedihnya rindu