🪷 Bijaksana

TERLUKA KEMBALI

Oleh Maryam Fauziah

Aku terdiam dalam kekosongan hati Angin malam yang begitu dingin Seakan masuk dalam relung jiwa Dengan menempuh perasaan yang kini kembali terluka Aku menahan perih dalam hati yang entah untuk kesekian kalinya kembali terluka, Aku menahan genangan airmata. Aku tidak akan terpejam. Karna, jika aku memejamkannya air kesakitanku akan terjatuh. Air itu akan terus mengalir tanpa henti dan semakin mengalir Sehingga menimbulkan perasaan yang begitu sesak tak tertahankan. Semua itu hanya gara-gara kau, Kau. dengan hadirmu itu aku rindukan Kau. dengan senyummu itu aku rindukan. Kau. dengan kepribadian itu kini aku rindukan. Mataku masih mempertahankan posisinya. Tidak akan terpejam. Namun, selang beberapa menit. Hati dan perasaan yang begitu terbelengguh karna menahan rindu. Karna aku terlalu rindu. Akhirnya, mataku terpejam. Airmata kerapuhan jatuh menuju perasaan yang terluka tak terhingga. Lalu. terdengar isakan yang menyakitkan sehingga menimbulkan retakan tak terhingga. Hati ini akan terus retak jika aku merindukanmu, Hatu ini akan terus menerus retak jika mengingat tentangmu, Hati ini akan terus semakin retak jika berbicara tentangmu, Malam semakin larut, Airmata kesakitan sudah terhenti, Namun, rasa rindu semakin membeludak. Aku tersenyum pahit walau menyakitkan. Rindu dalam doa yang hanya bisa aku lakukan, Berbahagialah kau, Aku selalu mendoakanmu, Jika aku rindu padamu. Walaupun kenyataanya kau tak pernah mendoakanku apalagi merindukanku. Kau hanya mendoakan dan merindukan dia. Biarlah aku sudah terbiasa terluka Dan kau bahagia saja. For (M² terbalik)+ N.H -24 oktober 2016 pukul 00.00.