TERIMA KASIH SAHABATKU
Oleh Aay Nur Ayanah
Seperti pohon dan burung di musim hujan..
saat burung tertuntut
harus terus mengepakkan sayapnya, sendiri melewati panas matahari dan
dingin air hujan, terus ia mengepakkan sayapnya semakin tinggi, semakin jauh di benaknya hanya tersimpan berjuta mimpi dan cita-citanya yang jauh tinggi...
Siapa menyangka akan datang maha badai akan menghampirinya
Melukai sayapnya yang membuatnya tak sanggup lagi untuk melayangmelemahkan tenaganya, memusnahkan semangatnya dan menghadirkan air mata di pipinya
Hingga akhirnya ia terjatuh dari ketinggian sedang badai semakin kuat menerpa dirinya
Pasrah sudah ia dengan takdir yang akan ia terima
Namun pohon besar itu meneduhkannya
Meski badai menerjang kuat pohon itu Hampir pohon itu roboh
namun pohon itu berjanji akan terus melindunginya
Hingga badai berlalu dan semuanya baik-baik saja
Dan burungpun kembali terbang bebas di langit luas Berharap mampu menggapai citanya
Kini pohon dan burung adalah sahabat.Sahabatku..
Terimakasih atas pengorbananmu akan ku ingat hingga maut menghampiriku
Kita sahabat sejati... :-)