🪷 Bijaksana

TERIMA KASIH ISTIQLAL

Oleh Irfandi

Bukan masa lampau yang akan kami kubur Juga tak melambaikan tangan begitu saja Kami tak menanam niat sekejam demikian Hanya mengikuti arus perjalanan hiidup Bahwasanya ada jembatan lain untuk kami PADAHAL Di air yang sama Kami basuh wajah hingga kaki Di karpet yang sama Kami berbaris merapatkan shaf Di tempat suci itu Kami berdzikir menyebut asma Mu Kami duduk dengan kitab yang sama. Untuk bersholawat atas rasul Mu Diwaktu itulah kami menyebut diri santri. Ditempat itu juga kami bernaung bagai keluarga Berpijak ditanah yang satu demi segenggam ilmu Asrama suci yang dkelilingi bentangan rahmat Mu Pesantren istiqlal sebagai payung kami bersama Bagaimana mungkin kami lupakan.. Saat kami membuka mata bersama disuatu fajar Lalu lantunan nada ayat - ayat Mu kami ramaikan Dan saat kami tertawa melihat sahabat ditegur Bagaimana mungkin kami lupakan.. Paginya kami berlomba-lomba meraih nilai terbaik Pulangnya kami berlari seraya dorong mendorong Hingga kami gotong royong diiringi obrolan tawa Bagaimana mungkin kami lupakan.. Saat saling pinjam kopiah, sorban dan tasbih Diwaktu kami nakal dari lubang kecil jendela Terpaku mengintip santriwati dengan hijabnya Bagaimana mungkin kami lupakan.. Saat serius dalam aula layaknya ulama besar Saat fokus melingkar layaknya anggota dewan Masa-masa itulah yang tak ada didewasa kami Lillahita'ala rindu kami berbaur malu Rabbi Malu akan rasa tak mampu untuk membalas Dari setiap butiran ilmu yang kami peroleh Hanya menghela nafas panjang bila teringat Hanya meneteskan iarmata bila merenung MEMANG RINDU Rindu akan nuansa barisan shaf kala itu Rindu duduk rapi memegang kitab sama Rindu akan tausyiah pengasuh, guru kami Aduuuhhhh... Ya Rabbi... Demi dzat, yang nyawa kami ditangn Mu Maafkan segenap ketidak pedulian kami Hanya memohon barokah Mu untuk kami Hanya do'a  kesejahteraan bagi istiqlal Terima kasih istiqlal Untuk setiap kepingan cerita itu Terimakasih sahabat istiqlal Untuk potongan kisah manis itu