🪷 Bijaksana

TENTANG RINDU

Oleh Muhammad Ridali

Ketika pena itu tak lagi mengukir sajaknya Saat itulah kertas putih rindu akan goresan tinta Air mata adalah nafas Penat selalu berhembus bagai angin yang merobohkan daun dari tangkainya Pasir tak lagi berdesir Ombak malu untuk pulang Terpaut rindu jauh di seberang jalan Purnama tak akan jenuh menanggalkan cahaya Menyinari laba-laba merajut nestapa Mungkinkah tunas tumbuh di hamparan asa.. Hanya gemercik air yang tahu Lalu kemana camar mengantarkan rindunya.. Hanya angin yang akan menghapus air matamu Dengarkan.. Rindu ini ingin berkata.. Yaa.. Itu saja..