TENTANG HUJAN
Oleh Utep Sutiana
Aku dengar ingar-bingar di luarbukan letupan mesiu ataupun meriam perangnamun itu adalah persekongkolanlangit mengilat awan.
Aku lihat lambaian deras sepasang kaki jenjangberjingkat-jingkat di atap megakeriaan sepasang bola mata besaryang mengucurkan desahan gerimis.
Aku takut
dan selalu akan takuthujan selalu mengajariku rasa takuttakut akan kenangantentang wajah mata senjayang namanya entah;yang selalu berjatuhan bersama rintikdan rintih dari sang waktu.