TELAH KAU BAWA PERGI
Oleh Kana Oi Marlina
Semangatku telah hilang dari beberapa tahun lalu
Jauh terkubur bersama jasadmu yang membeku
Yang tersisa hanyalah airmata yang sesekali pasang
Yang tinggal hanyalah penyesalan yang tak kunjung padam
Ingin rasanya aku kembali ke masa itu
Saat di mana aku membuatmu marah dan kecewa
Saat di mana kuciptakan luka dan airmata
Agar bisa aku menggantinya dengan senyum dan tangis bahagia
Tapi semua terlambat
Sangat terlambat
Tak satu pun bisa membawamu kembali
Pun jika aku bersujud di pusaramu dengan tetesan airmata darah
Kau tetap takkan kembali
Aku rindu marahmu padaku
Aku rindu membangunkanmu pada tengah malam
Aku rindu masakanmu
Aku rindu mengikutimu ke mana kau pergi
Mengapa kau biarkan aku merasa iri, saat yang lain masih bisa merasakan kasih sayang ibu?
Mengapa kau biarkan aku hanya menjadi pendengar, saat mereka menceritakan tentang ibu?
Siapa yang harus kusalahkan?
Apakah aku, yang tak mampu menjadi seperti yang kau harapkan?
Apakah kau, yang terlalu lemah untuk melawan penyakitmu?
Apakah Tuhan, yang dengan mudahnya mengambilmu tanpa memperdulikanku?
Siapa???
Penyesalan ini kadang membuatku putus asa
Menghadirkan keinginan meninggalkan semuanya
Meski aku tahu kau tak ingini itu
Tapi semangatku terlanjur kau bawa
Tanpamu, aku hanyalah orang asing di keramaian
Aku akan tetap seperti ini, lemah tak berdaya
Kalau pun seulas senyum kadang menghias, tawa terlepas, mata menyiratkan kebahagiaan, semua hanya semu
Karena kuingin seorang pun tak tahu kesedihanku
Biarkan aku yang menikmati penyesalan ini
Bersama airmata yang turun bersama hujan, kupeluk pusaramu
Berharap kau tahu rindu yang kutanggung teramat dalam, dan penyesalan yang tiada ujung.