🪷 Bijaksana

TELAH KAU BAWA PERGI

Oleh Kana Oi Marlina

Semangatku telah hilang dari beberapa tahun lalu Jauh terkubur bersama jasadmu yang membeku Yang tersisa hanyalah airmata yang sesekali pasang Yang tinggal hanyalah penyesalan yang tak kunjung padam Ingin rasanya aku kembali ke masa itu Saat di mana aku membuatmu marah dan kecewa Saat di mana kuciptakan luka dan airmata Agar bisa aku menggantinya dengan senyum dan tangis bahagia Tapi semua terlambat Sangat terlambat Tak satu pun bisa membawamu kembali Pun jika aku bersujud di pusaramu dengan tetesan airmata darah Kau tetap takkan kembali Aku rindu marahmu padaku Aku rindu membangunkanmu pada tengah malam Aku rindu masakanmu Aku rindu mengikutimu ke mana kau pergi Mengapa kau biarkan aku merasa iri, saat yang lain masih bisa merasakan kasih sayang ibu? Mengapa kau biarkan aku hanya menjadi pendengar, saat mereka menceritakan tentang ibu? Siapa yang harus kusalahkan? Apakah aku, yang tak mampu menjadi seperti yang kau harapkan? Apakah kau, yang terlalu lemah untuk melawan penyakitmu? Apakah Tuhan, yang dengan mudahnya mengambilmu tanpa memperdulikanku? Siapa??? Penyesalan ini kadang membuatku putus asa Menghadirkan keinginan meninggalkan semuanya Meski aku tahu kau tak ingini itu Tapi semangatku terlanjur kau bawa Tanpamu, aku hanyalah orang asing di keramaian Aku akan tetap seperti ini, lemah tak berdaya Kalau pun seulas senyum kadang menghias, tawa terlepas, mata menyiratkan kebahagiaan, semua hanya semu Karena kuingin seorang pun tak tahu kesedihanku Biarkan aku yang menikmati penyesalan ini Bersama airmata yang turun bersama hujan, kupeluk pusaramu Berharap kau tahu rindu yang kutanggung teramat dalam, dan penyesalan yang tiada ujung.