🪷 Bijaksana

TEKANAN RUANG HAMPA

Oleh Anggita Gian Sahala

Kerap nyeri itu muncul lagi Tepat sakit tak berarti yang kesekian kali Kerap ku tutup berulang lagi Tepat untuk bersembunyi yang kesekian kali Bagian dari rasa tuk warnai hari Mengusik ruang hampa yang tak terisi Berpacu pada jalan sepi Tak urung aku meringik, walau tak sampai menangis Terasa goresan embun embun mulai menembus kulit Merayap menjamah menjalar ke seluruh negri Rakyatnya meronta ingin pergi Namun tetap, hati lah juara saat ini