🪷 Bijaksana

TATAPAN PEMBAWA BIMBANG

Oleh Aan Al Faya

Aku memulainya dengan hati tulus di pagi hari Jiwaku mulai menggeliat bahagia Raja surya dan sapauan dewi embun memberiku sentuhan rasa ketenangan Aku mulai memiliki rasa semangat dari sapuan angin galau yang menyelimuti ku dari kerinduan dengan sang pujaan hati Kulihat engkau disana Ku menatap wajahmu Wajahku mulai terukir senyum kesempurnaan Hai pujaan hati? Biarkan hati ini bahagia bersama dirimu Namun, engkau berpaling dari ku Sembunyi dari tatapanku Aku tahu sebenarnya engkau tahu jika aku ada disiniMenunggumuMelihatmu Dan mencoba menatap senyum yang terukir manis ketika pertama kita berjumpa Ku mencoba melihatmu? Tapi kau menghapus wajah indahmu Ku coba melihatmu? Tapi engkau malah pergi menjauh dan meninggalkan tatapan tulusku Hati seketika mulai menangis Jiwa seketika mulai terpaku Luka mulai merobek sanubari Dan tinggalah serpihan serpihan sukma yang dibasahi dengan tangis hati yang terlukaKetahuilah? Aku di sini menunggumu Aku disini bertahan untukmu Aku disini mencintaimu Tapi mengapa engkau berpaling dariku dan Melukis luka di serpihan hati yang pilu? Apakah engkau bukan yang dulu lagi? Apakah hatimu tlah dimiliki oleh oranglain? Katakan padaku pujaan hati Tolong katakan Agar aku tidak menangisi sesewatu yang memang tak pantas untukku Untuk hatiku Untuk batinku Dan untuk sanubariku yang telah menunggu lama