TANPA JUDUL (2)
Oleh Komunitas Pecinta Sastra
Boleh saja kita menyemai
Lalu merawat tanaman..
Tapi belajarlah pada ilalang
Ia tetap tumbuh meski di tanah gersang
Ku buka lagi
Lalu ku tutup
Dan kini.. aku ingin membukanya lagi
Lembar-lembar kehidupan
Yang tertuang dalam cerita maya
Aku rindu pada kisahku sendiri..
Di sebalik dinginnya udara pagi..
Ku tembak seekor garuda
Patah sayap kirinya, meliuk hampir jatuh
Lalu hinggap di pohon akasia
Satu peluru senapan angin sudah siap ku tembakkan
Tapi nuraniku tersentuh..
Saat ku tatap matanya mulai layu
Hanya Seekor Garuda Tua..
Sedang berpasang-pasang garuda muda
Asik bercumbu di belantara, dengan ramuan rempah berbisa..
Sejak saat itu..
Pancasila kehilangan kesaktiannya..
1 Oktober 2013..
Seruling kembali menjadi bambu hidup
Meliuk di sisa-sisa belantara
Desah dedaunan dan derit gesekan batang pohon
Membuat birahiku mencuat kepermukaan
Jika kau bukan seorang penjahat
Lantas apa aku harus mengakuimu sebagai pahlawan??
Mmm... Maaf saja...
Kata-kata perjuanganmu hanya sebatas simbol di pinggir jalan
Mencari perhatian..
Berharap gambarmu ada yang nyoblos di tahun depan
Pada siapa lagi ku mengadu..
Selain pada tulang belulangmu
Di bawah tumpukan tanah yang tak lagi merah
Tidakkah kau lihat mutiara berubah menjadi arang
Di tangan para penerusmu
Pahlawanku..
Tidak salah jika ku berharap
Segeralah kalian bangkit dari kubur-kubur itu..
*Selamat Hari Pahlawan..
10 November . . . .
Bukan hanya penjajah yang membunuh para pahlawan..
Jadi jangan katakan Pahlawanku Idolaku,,,
Sebelum kau buktikan diri bukan sebagai penghianat..
Banyak sekali karat di sini
Debu-debu di sudut halaman..
Coretanku yang lama ku abaikan..
Ku mulai lagi..
Tapi Penaku entah di mana..
Aku lupa menaruhnya...
Kuabaikan beberapa nama
Meski dulu selalu menjelma di lukisan kertas
Membentuk beberapa sketsa wajah
Dan akhirnya terhapus kelam
Aku ingin menghidupkannya kembali
Tapi jiwaku kehilangan sebagian ruhnya
Biarkan ia berjalan
Menyusuri detak waktu
Bukan ku tak perduli
Berjuta kali telah ku bunuh
Namun ia tetap mengikuti
Mm.. Bayanganmu itu ......
Saat semua kegalauan melanda
Kejenuhan menimpa
Aku kembali ingat pada ceritaku
Ku kayuh perahuku disana...
Saat semua lagu dan puisi kembali menjadi sunyi
Tidurlah...
hanya itu yang bisa kukatakan
Kuhujamkan pisau pada rinduku
Lalu kurobek wajahmu dalam lembar kenangan
Tapi mengapa kau tetap bercokol di sana..
Kubuka dan kututup lagi..
Mm.. hanya itu yang kulakukan kini
Kerikil di jalanan dan Hantu di dahan pohon mangga itu
Ah.... Malam
Tambahkan lagi
Setangkai
Dua tangkai
Tapi untuk apa??
Kertas warna warni yang biasa bertuliskan surat cinta
Kini hilang tertimbun layar datar ditangan mu..
Hanya di kala malam aku bisa mengunjungimu
Menawarkan secangkir kopi
Dan kau mulai bercerita
Tentang gembel renta yang tak kunjung kaya
Tentang para priyai yang semakin buta
Atau tentang pria berdasi dengan ribuan topeng lupa
Tapi aku lebih suka cerita para koboy yang kehilangan pistolnya
Tapi itu dulu...
Sebelum malamku beku dalam sunyi
Kau lagi
Mm.. ku akui bayangmu terlalu indah untuk dilupa
Meski segudang cinta yang ku beri
Kau balas dengan secuil harapan
Aku tidak pernah merasa kecewa
Kini telah kumiliki sesuatu yang lebih darimu
Mm... tapi kau tetap tersimpan rapi di sudut hati
Satu, dua atau tiga tahun
Sang pengelana akhirnya kembali
Wajah lesu penuh luka kesedihan
Rambut mulai terurai panjang kusut
Ransel coklat tua masih setia di punggung
Satu, dua atau tidak gunung
Sang pengelana memutuskan untuk pulang
Tapi apa yang akan ia temui
Selain gundukan tanah merah berisikan tulang belulang..
Sang Adik yang terkubur di sana..
Tapi jangan khawatir Ki..
Sobatmu di sini ikut menunggumu
Ya... Menunggu kecerian dan ceritamu..
**Catatan Harian Zohir
"Teman yang terbuang"
Terlalu lama tenggelam dalam lautan madu
Mungkin kau akan merindukan rasanya pahit
Tak mengapa...
Luka yang mengering menjadi lukisan indah dan ku pajang di dinding jiwa
Ku harap kau akan menyukainya
Hijau Hutanku
Biru lautku
Jernih Sungai Ku
Ah...
Tapi itu dulu..
Jalanku
Jalanmu
Pernah bertemu di persimpangan tanpa lampu
Kau menolehku..
Aku jatuh cinta padamu
Lalu kita kembali melanjutkan perjalanan..
Jalanku
Jalanmu
Persimpangan itu tinggal masa lalu