🪷 Bijaksana

TAK PERNAH DI ANGGAP

Oleh Khotimatul khusna

Kilaunya bintang menjadi redup. Saat aku. Saat aku menjadi diam seribu bahasa. Sang mentari pun ikut menangis. Menangis melihat tak ada senyum yg menghiasi bibirku. Aku terdiam. Terdiam karnanya. Karna dia tak pernah menganggapku ada. Karna dia menganggapku seperti angin. Yang tak pernah terlihat dalam kehidupannya. Aku lelah bertahan. Aku lelah berharap. Kini asaku tlah rapuh. Asaku tlah hancur. Hancur menjadi berkeping-keping. Tanpa ada yang tersisa. Dalam diam. Aku merenung. Merenungkan nasibku yang tak pernah dianggap. Tak pernah dianggap dalam hidupnya. Dalam rapuhku. Dalam lelahku. Aku pun memutuskan. Memutuskan untuk pergi dari hidupnya.

Puisi Lainnya

DENGAN SYAIR Oleh Khotimatul khusna MASIH SAMA Oleh Khotimatul khusna YA ALLAH YA TUHANKU Oleh Khotimatul khusna SADARLAH KAWAN Oleh Khotimatul khusna RASA YANG TERSEMBUNYI Oleh Khotimatul khusna