🪷 Bijaksana

SURAT UNTUK PRESIDEN

Oleh Wahyu Fatihah

Tuan Presiden yang terhormat Saya menulis surat ini adalah orang yang sangat tak tuan kenal Kampung saya juga tak tertulis di peta Indonesia Tujuan saya bukan untuk mencari dukungan agar diangkat menjadi menteri Karena saya tak mengerti politik dan tak pernah bercita-cita menjadi politisi Tapi sekedar empati akan keadaan negeri terkini Yaaach anggaplah sekedar curhat untuk melepas uneg dihati Semakin hari banyak orang kehilangan rasa kemanusiaan Pejabat mengurus pejabat Pejabat menguras rakyat Pejabat berlaku khianat Pejabat berlaku latah menjilat Rakyat mudah marah Perut lapar liur tak basah Termakan issu darah mudah tumpah Kanibalisme mulai merambah Kadang saya ingin bergerak Hapus keangkaraan dalam kerdilnya niat Tapi saya tidak punya senjata Sasaran peluru terlalu banyak Membuat bingung sasaran mana yang harus didahulukan Atau mungkin saya terlalu lemah dalam bertindak Entahlah, mungkin itu resiko komunitas marjinal Sering saya bertanya dalam hati Apakah masih ada keramah-tamahan di negeri ini Tut wuri handayani Gemah ripah loh jinawi Ratna mutu manikam dibumi pertiwi Aaach malu saya menyebutnya Apakah tuan Presiden tahu Pejabat mencuri uang rakyat berlenggang keluar masuk penjara Lengkap dengan segala fasilitas hotel bintang lima Sipir penjara hanya kacung Tetap diperlakukan sebagai orang tak berdosa Tapi bagaimana dengan nenek mencuri coklat Kakek mencuri semangka Badu mencuri sandal Udin mencuri ubi Mereka lakukan karena lapar Disana hukum tegak sombong, angkuh bak gandoruwo Iiih sereeem Mungkin diatas sana sang Merah Putih meringis Melihat rakyat menganga Jadi bulan-bulanan slogan calon penguasa Garuda tak sanggup mengepak sayap Hutan rimba terhalang asap Bagi-bagi rejeki tuan konglomerat Tapi dibalik itu saya masih yakin Masih banyak orang yang punya hati Bangkit bersihkan pertiwi