🪷 Bijaksana

SURAT KETUPAT

Oleh Naufal 'Ammar

Untuk keluarga maafkan anakmu Di seberang kota aku rindu Tak sempat aku datang Sungkem mencium kakimu Bukan aku lupa Atau enggan pulang Bahkan aku tak mengakuimu Mungkin rumahmu ramai Anakmu cucu kemenakan bersua Mungkin dimeja makan itu Aku ingat aku paling rakus Andai aku ceritakan semua Kau anggap itu gurauan Aku berbohong Aku anak paling berani berbohong Sebenarnya aku paling sengsara Meski tak sempat aku ceritakan Aku tak pulang Karena aku sayang Dalam mejaku ketupat tak tertera Secangkir teh tak terhidang Bahkan tamu tak bertandang Itulah anakmu melarat Ibu & ayah... Memang tak sempat aku melihatmu Tapi surat ini Gambaran wajah berbalut dosa Dosa ketidak hadiranku