SUMPAH YANG KATANYA HAMPIR SAMPAH
Oleh Hasan Maulana A. G
Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang katanya terhormat
Apa kabar?
Semoga baik-baik saja dan bahagia
Tentu saja harus menyiapkan fisik dan otak busuk kalian
Agar dapat merampas hak rakyat
Saya terpaksa menulis puisi ini
Namun disamping sisi saya malu menulis puisi
Tapi semua orang harus tahu bahwa ini benar terjadi
Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang katanya terhormat
Apa engkau sudah lupa atau hanya berpura-pura lupa?
Tentang sumpah yang engkau ucapkan tempo dulu
Tapi sekarang, nyatanya hanya mendahulukan kepentingan
Diri sendiri, jabatan, golongan ataupun perintah atasan
Sedangkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat menjadi nomor sekian
Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang kata terhormat
Saya menulis puisi ini
Hanya untuk membela Negeri lewat barisan kata-kata
Agar tak ada lagi rakyat yang tertindas dan menjerit.