🪷 Bijaksana

SIMPONI UNTUK RUMI

Puisi Cucuk Espe

/1/ Mestinya hujan turun malam ini Agar embun berkicau esok pagi Di pucuk dedaun di sela angin Dan jatuh di lorong bebatuan dingin Seperti syair Rumi tentang alam damai Semesta tanpa bentak-bantai Semesta tanpa air mata di lantai “Aku tak hidup seperti air Yang diam terus mengalir Meski takdir menghantam Dan hidup telungkup di titik nadir” “Aku adalah hitam bebatu Hidup harus saling tipu Makrifat jaman baru Sekedar hidup matikan kalbu” /2/ Mestinya tak ada badai malam ini Biarkan gelombang pasang melandai Tapi apakah artinya menjadi manusia Jika amarah menjadi agama Jika amuk massa adalah syariatnya Jika caci maki rukun doanya “Manusia baru harus siap diadu Seperti binatang di altar Romawi Jauhkan hasrat manusiawi Karena di sini dilarang menjadi Makhluk sejati seperti syair Rumi” “Kisah kebaikan telah usai Sejak merahnya matahari tenggelam Oleh beringas hujan tanpa henti Dan Tuhan meninggalkan urat nadi Seperti simponi tak selesai” Jakarta, 2011

Puisi Lainnya

SKETSA JANUARI Puisi Cucuk Espe