SEUNTAI RINDU UNTUK AYAH DAN HUTANNYA
Oleh Pintarsih
Seuntai Rindu Untuk Ayah dan hutannya
Ku ingat dulu betapa sayang itu mengalir membawa masa kecilku menyusuri setiap jalan jalanmu tak henti ceritamu memenuhi anganku Gunung Merbabu, Telamaya, Sumbing Sindoro, Prahu, Dieng, setia menanti tapak-tapak kakimu akasia , pinus, mahoni, bintami, puspa tak lelah kau tanam di lerengnya
Dalam cintamu kau semai cinta hutan itu dalam hatiku betapa harum hutan itu slalu kurindu seperti kurindu setiap elusan tanganmu kau ajari aku mengenal bedeng-bedeng yang setia sebagai rahim hutan kadang bukan cerita yang kau berikan tapi kau berikan teropongmu untuk aku mengerti bagaimana sakit hati ini ketika pohon itu tinggal tonggak Ketika hutan itu musnah terbakar api mata ini menangis setiap kulihat lereng yang telanjang
Rinduku
Mendengar setiap desir angin basah yang menyusup
Diantara pucuk pohon
Rinduku
Menatap setiap hijau daun, guguran daun yang melayang
Gemerisik tebaran daun kering
Rinduku
Menyepi berteman batang-batang pohon
Rinduku
Menatap bening embun dipucuk rumput
Rinduku
Menenun suara dan langkahmu diantara benang-benang hutan
Rinduku
Menggores setiap daun dengan wajahmu
Betapa penuh kerinduan ini kau tanam semua jauh dipetak-petak hatiku kini biarlah kau telusuri kembali gunung-gunung, lereng-lereng di hatiku tanam kembali seluruh benih itu dalam waktuku
Biarlah semua terbingkai dalam hidupku karna jauh disana malaikat-malaikat menemanimu menyusuri gunung-gunung kekekalan