🪷 Bijaksana

SETITIK CAHAYA

Oleh Muhammad Fathur Rozi

Kekasih pertamaku, kau setinggi awan hingga tanganku tak sampai tuk mendekapmu dalam bait rindu Mungkin bunga itu akan dipetik sesuai dengan tinta klabu lauhul mahfud Sebuah cerita dalam dongeng? Iya! Tapi seperti nyata Hebusanmu menyapa segelintir dedaunan yang sudah tak elok karena bunganya tersembunyi di balik mata Berlabuh pada pelipis mata yang tak bergeming Keakuanku bak sutra kusut yang tak disapa biasan air hujan dalam lumut Suaranya menyelinap di sela-sela langit dadaku nan tak mungkin kembali seperti jarum jam dinding Beruntunglah aku, dalam gelap malam ada sepercik cahaya yang terang merayuku dalam diam. Zaman berputar. Pun begitu harus ada perubahan. Karena, kupu-kupu pun tak akan dipuji oleh jutaan insan jika tetap menjadi secuil ulat. Singaraja, September 2017 #Mata_Pena

Puisi Lainnya

BINARAN MATA Oleh Muhammad Fathur Rozi IDUL ADHA Oleh Muhammad Fathur Rozi SEJENAK ILAHI MEMANGGIL Oleh Muhammad Fathur Rozi