🪷 Bijaksana

SEPUCUK RASA

Oleh Mika Panca

Menyukaimu itu suatu kebodohan Bagaimana aku bisa bertahan Begitu lama sangat lama Bukan lagi bulan namun tahunan Entah siapa yang bodoh Aku seakan tak punya harga diri Selalu berlaku agar kau tau rasa ini Mengharap engkau sedikit mengerti Tentang yang tumbuh di hati Aku layaknya bunga layu Tak seorang pun datang merayu Karena ku tau bahwa ku tak ayu Hati itu teriris Waktu kau mulai menyukainya Seorang teman yang ku kenal Aku mungkin saat itu bisa memberontak Namun ku sadar aku siapa? Ku terima takdir itu Biarlah semua hanya mampi Layak sepucuk rasa embun di pagi Yang damaikan sejukkan hati

Puisi Lainnya

ASAP KENANGNAN Oleh Mika Panca