SEPI YANG KUGAMBAR
Oleh Achmad Shobirin
Pada akhir fabruariku
Sengaja kupergi dari riuh kemarau
Mencari kekosongan di gerimis-gerimis sepi
Sesekali, kumencumbui jam-jam yang berdebu
Di jantung yang kian berderu
Di tanah-tanah penuh hujan ini
Kubaca setiap lembar-lembar sepi
Sampai, hari-hariku kian menepi
Kemana kuharus pergi?
Tanpa tujuan yang tak berarti
Kini sepi yang kupahami
Menjelma paragraph-paragraf bisu
Yang tak kumengerti
Aku tak tahu
Sampai kapan kuharus
Berdiam di dahan-dahan mimpi
Menghitung senyum yang hilang
Berganti sepi
Saat sedih menghinggapi mimpi
Aku tak tahu
Kepada siapa kucurhatkan rasa perih?
Mungkin sudah seribu kali
Lama kumenanti
Senyum, senang tanpa henti