🪷 Bijaksana

SENJA DITIMBUNAN TANAH MERAH

Oleh Arita M. Sagala

Senja ditepi taman terakhir kehidupan Terlihat awan perlahan berarak menutupi Lembayung yang sempat membiaskan cahayanya Ketika sesosok tubuh tak bernyawa Dikembalikan kepada asal mulanya. Bersama gemuruh petir yang mulai bersahutan Seiring dengan rintik nya hujan di pemakaman Ketika tubuh yang terbungkus kain putih itu Dimasukkan keliang lahat tanpa selembar rupiahsekeping permata, dan istana megah miliknya Sebuah batu nisan bernama ditancapkan Diatas gundukan tanah merah tak bermaya Lantunan doa mengiringi kepergiannya Sebelum langkah kaki meninggalkan pusaranya. Kini, tinggallah dia sendiri Bersama amal dan juga ibadahnya. Satu persatu binatang tanah mulai Menggerogoti tubuh yang dirawatnya dulu Perlahan dagingnya membusuk dan ditempati banyak Belatung-belatung. Siapakah yang dapat mendengar jeritan nya Siapakah yang tahu betapa sakit sekujur tubuh nya Mata nya tiba-tiba terbelalak saat melihat tubuh besar dan garang Diatas kepala nya, menghujamkan ribuan tanya tentang Siapa Tuhan nya, apa agamanya, dan segala lika-liku perjalanan nya ketika di dunia. Bibir nya tak mampu berkata-kata. Lidahnya kelu saat berucap siapa Tuhan nya, dan apa agamanya Semua anggota tubuh menjadi saksi perbuatannya. Dan tak seorang pun dapat menolong nya ketika hujaman-hujaman tombak Dihempaskan ke kepalanya, siksaan-siksaan mendera tubuhnya. Semua gelap, sempit, bau dan menakutkan. Sakit, sakit bagai tersayat-sayat Perih-perih bagai seekor sapi yang dikuliti tubuhnya. Laailaahailallah muhammadurrasulullah.. Ampun, ampun ya Allah.. Sesungguhnya aku bertaubat pada Mu.. Teriakan-teriakannya menggema seantero alam kuburnya Meski ia telah memohon ampun, namun tubuh besar dan menyeramkan itu Masih saja menyiksanya tanpa henti. Bersama itu ulat-ulat busuk dan bau terus merayap dan menggerogoti tubuh dan kepalanya. Astaghfirullahal’azim. Senja yang kelabu, gelap dan menyeramkan Senja ditimbunan tanah merah yang memilukan. Saat kesempatan itu ada, semua sengaja dilewatkan Saat umur masih belia semua waktu hanya untuk bercanda ria Ketika usia sudah mulai senja, barulah hendak merajut syurga. Saat harta berlimpah, sengaja tak mau bersedekah Saat uang bertumpuk didalam karung, sengaja disimpan dan takut berkurang. Ketika susah berputus asa, sesudah kaya lupa bersyukur. Maha suci Engkau ya Allah.. Semoga senja esok yang akan datang ditimbunan tanah merah Bukanlah siksa namun bahagia yang didapat.