SENANDUNG HAYAL
Oleh Ikhtiyar Rezki Budi
Tanpa sengaja kusaksikan kembang bermekaran,
Tanpa mengerti siapa dan untuk apa
Lalu mendengar angin yang terucap perlahan
Mengantarkan hening pada belai dingin kebisuan
Serasa menyapa dunia bersama seraut kabut beriring lembut.
Perlahan jejak bisu itu kembali menyatu
Membelai kerinduan akal bersama senandung hayal
Menerka bahkan berderai arti meski tak mampu berbunyi
Tuk menjadi saksi kembalinya bingkai penghias memori.
Sejenak rebahan suara ombak menepi sayu
Tak ingin kembali, untuk tetap menepi dan bersaksi
Tentang persembahan selaksa meski semua tak nyata
Dan tersadar jika hanya arak-arakan sayup rindu beku
Pada pagi itu, seperti nafasku yang kini masih bernuansa merdu.
Pada akhirnya ku tetap beranjak pergi
Sembari menyapa rumput liar yang kian mengingatkan
Tentang jutaan nafas tawa pada akhir cerita
Antara aku dan persembahan waktu
Dijalan itu, bersama langit yang masih membiru.