🪷 Bijaksana

SENANDUNG HAYAL

Oleh Ikhtiyar Rezki Budi

Tanpa sengaja kusaksikan kembang bermekaran, Tanpa mengerti siapa dan untuk apa Lalu mendengar angin yang terucap perlahan Mengantarkan hening pada belai dingin kebisuan Serasa menyapa dunia bersama seraut kabut beriring lembut. Perlahan jejak bisu itu kembali menyatu Membelai kerinduan akal bersama senandung hayal Menerka bahkan berderai arti meski tak mampu berbunyi Tuk menjadi saksi kembalinya bingkai penghias memori. Sejenak rebahan suara ombak menepi sayu Tak ingin kembali, untuk tetap menepi dan bersaksi Tentang persembahan selaksa meski semua tak nyata Dan tersadar jika hanya arak-arakan sayup rindu beku Pada pagi itu, seperti nafasku yang kini masih bernuansa merdu. Pada akhirnya ku tetap beranjak pergi Sembari menyapa rumput liar yang kian mengingatkan Tentang jutaan nafas tawa pada akhir cerita Antara aku dan persembahan waktu Dijalan itu, bersama langit yang masih membiru.