🪷 Bijaksana

SEMUT KECIL

Puisi Herutrian

Kurasa kita hanya seekor semut kecil yang berlarian, ketika banjir melanda dan sarang-sarang ditenggelamkan. pohon-pohon yang dulu tegak menjulang—yang pernah kita dirikan istana dari lembar dedaunan–kini tak lagi mampu menjadi tempat naungan. sebab angin dan hujan telah memintanya tumbang dan berjatuhan. Kemudian kita putuskan berlari menembus bukit-bukit dan pegunungan, menjauh dari luapan air yang mematikan. yang telah merendam perkampungan nelayan serta mengubur saudara kekasih dan para rekan, hingga hari-hari serasa diliputi mendung yang tak berkesudahan: serupa prajurit yang kalah telak dalam pertarungan. Kupikir kita belum tuntas menarik napas lega, sewaktu terdengar gemuruh dari dalam tanah yang memupus semua harapan—lalu disusul debu dan awan panas yang beterbangan, menyapu dan menghanguskan mimpi kehidupan. dan kurasa kita hanya bisa saling berpandangan, seraya mengingatkan bahwa kita hanyalah semut kecil yang harus berlarian

Puisi Lainnya

SUNDAY Puisi Herutrian DIBALIK SEBUAH CERMIN Puisi Herutrian PROFIL MANUSIA Puisi Herutrian SEGURAT CATATAN Puisi Herutrian DARI KAMI UNTUKMU Puisi Herutrian