🪷 Bijaksana

SEKEPING ASA

Oleh Eka Rusdiana

Temaram Senja diujung pelita Pancarkan seberkas cahaya merah diufuk barat Sang merpati tunduk berduka Gugur separuh jiwa sebab meratap Temaram senja diujung pelita, Semburat ungu bertebaran diangkasa raya Sayap merpati berubah patah Berubah suram, Tanpa henti meratapi diri yang sakit, karena luka Luka bersebab "rasa didalam rongga dada"Wahai langit malam,,, Permadani Surga berhias bintang Kanvas segala asa dan lara Tempat melukis kisah merpati yang merana Jiwa berbisik lirih,,, bertanya,,, Wahai Raja dari Raja,,, Bagaimana mungkin aku yang berpijak di bumi mampu menembus tirai kasat Mata,,?? Jika hanya dengan sepasang Sayap yang patah.. Wahai Raja dari Raja,,, Haruskah aku titipkan asaku pada seorang teman,,?? Haruskah setiap saat aku titipkan kepingan demi kepingan asa itu pada sang Bayu..?? Kini segumpal daging didalam dada Merah pekat berkabut kelabu, Menangis sebab asa dan rasa Sembilu tajam,, telah mengirs-irisnya dengan halus.. Membawanya pada kematian...