SATU SELAMANYA
Oleh Rizki Hendrayani
Yang tertinggal hanya gambarmu
Di sudut meja kamarku
Ditemani dua puisi tentang lara hati
Prahara menerjang
Kekasihku terhanyut menghilang
Meninggalkan semua yang tertanggalkan
Tentang tempat surga yang akan kau tunjukkan
Tentang gaun putih penuh emas
Tentang logam yang akan kau selipkan
Gemersik daun jambu tak lagi bunyikan langkah kakimu
Hembusan angin tak lagi bisikkan namamu
Sinar bulan malam tak lagi samarkan wajahmu
Kau takkan kembali
Aku pahami
Kita takkan bersua
Aku berdoa
Bukan tentang rasa yang tak lagi sama
Bukan tentang kehadiranmu yang tak lagi nampak
Ini tentang kau dan dia
Tentang kasihku yang hanya satuKau
Satu selamanya