🪷 Bijaksana

SATU PUING MEMOAR

Oleh ZEN

Aku masih ingat Mana kursi tempatku duduk dan memandang Urat wajah dan ikat rambutmu Dan tubuh yang berbalut seragam putih merah majelis Aku masih ingat, ketika ku tak beride Lalu ku buat tinulat kerajinan buah tanganmu Kalung kertas kalender Kau lekas melantam, kalau aku mencontekmu Kau lekas menitik, kalau aku menempelnya dengan butir beras Amboi, malunya Tapi seumuran itu, tentang kasih macam makulat Yang tak diketemui mafhumnya Jadilah, yang ramai hanya soal siapa suka siapa Dan aku tak punya elakan Kepada puan tujuh tahun lalu Kini aku tak secupu dulu