🪷 Bijaksana

SATU MUHARRAM

Oleh Anisah Niraizi

Kali pertama Saat gerimis mengiris mimpi Seolah takkan ada di pagi hari Jiwaku perlahan mengayuh ingatan Rumah kayu, tangga rapuh, jalan licin, Tiang-tiang kecil dan tubuh renta Di gumpalan awan yang berduka Semua mata menitik luka Kucoba kembali Menembus berlapis cahaya Indah nian lintang Terdekap dalam benderang Kurenungkan semua Saat kegelapan membentang Ada sorot marah, pikiran resah, jiwa yang pasrah Berbau kemenyan yang membeku Menghempas cemas di dada: sepoi hamparan berhembus cahaya Di satu muharram