🪷 Bijaksana

SANGKAR KECEWAKU

Oleh Arum

Sejenak ku terpaku Masih terbayang jelas lukaku Minggu lalu! Sesak batin ini menahannya Terhimpit duka, lara, dan nestapa Tak sempat terfikir sebelumnya Kau kan beranjak…menjauh…Tinggalkan ku begitu saja! Tahukah apa yang ku rasa saat itu?Kecewa!Hancur!Sakit! Luka! Sadarkah dengan apa yang t’lah kau lakukan? Begitu dalam luka yang kau goreskan Hingga terlalu pedih sakit yang ku rasakan… Yah! Luka yang membahana hingga kini masih ada Disini…dalam dada…Ku akui, muak aku melihatmu! Ingin rasanya ku membencimu Tapi apa daya? Aku tak kuasa! Rasa sayang yang ku milikiT’lah mengakar kuat padamu Terlanjur…dan terlalu dalam ku tanamkannya Sulit, bila harus dicabut kembali…Goresan luka yang kau torehkanT’lah menjadi serpihaserpihan Yang seakan menggambarkan Betapa hancurnya diriku oleh sikapmu…Kau rubah senyum yang tersungging di bibir Menjadi air mata yang deras mengalir di pipiku Pupus sudah semua angan dan impian Hilang harapan, tinggallah kenangan Kini, kau jauh diatas jangkauan tanganku Akankah ku bisa meraihmu kembali? Atau mungkinkah hanya aku wanita khilaf Yang terlalu setia tuk sebuah cinta semu? Tanyaku…Haruskah ku tahan dan batasi rasa sayang ini? Bilakah jika kau perbaiki kisi-kisi luka Yang pernah kau torehkan? Mungkinkah lika ini kan cepat sirna Mengingat betapa pahit dan pedihnya Romantika hidup yang ku jalani? Pada akhirnya…Ku hanya bisa mengenangmu Dalam “Sangkar Kecewaku” Ya Tuhan, Kuatkanlah hatiku…

Puisi Lainnya

MENANTIMU Oleh Arum