🪷 Bijaksana

SANG PENAKLUK

Oleh Gelegar Prakooso

Sabilla Bahana Jagad Aku bukanlah Chairil Anwar.... Yang dengan puisinya lantang berkobar Aku tak mampu menyanjungmu dengan deretan kata... Pun dengan Syait mendayu bak puisi angkatan lama... Gus... Engkau bagai seorang begawan.. semua kau hadapi dengan ketenangan Sejuk wajahmu penuhh keteduhan.. meki kau berdiri di antara kebencian... Gus... Engkau bagai seorang resi.. solah bawah seorang sufi Meski penuh kontroversi.. langkahmu pengabdian suci... Mungkin engkau tak seperti Marsinah... Berteriak lantang dalam demo kenaikan upah... Nyawanya hilang tanpa tanda... Dalam penculikan kala senja... Mungkin engkau tak seperti Munir... Tegakkan asasi di negri yang anyir Di pesawat ia dijemput kematian... Hingga kini keadilan tak menjadi kenyataan... Wahai bapak bangsa... Engkau bagai seorang Pandhita.. dengan pitutur yang menjadi sabda Meski tutur katamu terkadang disalah makna... Dunia tahu kebenaran setelah kau tiada... Harumnya pusaramu seharum baktimu... Hiruk pikuk peziarahmu seramaii pengorbananmu Hingga dunia membuka mata.. bahwa engkau kekasihnya Yang mula di sisinya.. meski tanpa tanda jasa Sang penakluk.. itu arti namamu... Dan di garis akhir.. terwujud pula do’a sesepuhmu Kau taklukkan semua bangsa dan suku... Tanpa peperangan.. tunduk di hadapmu Gusdur.. di semua agama engkau berbaur... Gusdur.. namamu takkan pernah terkubur