SANG PENAKLUK
Oleh Gelegar Prakooso
Sabilla Bahana Jagad
Aku bukanlah Chairil Anwar....
Yang dengan puisinya lantang berkobar
Aku tak mampu menyanjungmu dengan deretan kata...
Pun dengan Syait mendayu bak puisi angkatan lama...
Gus...
Engkau bagai seorang begawan..
semua kau hadapi dengan ketenangan
Sejuk wajahmu penuhh keteduhan..
meki kau berdiri di antara kebencian...
Gus...
Engkau bagai seorang resi..
solah bawah seorang sufi
Meski penuh kontroversi..
langkahmu pengabdian suci...
Mungkin engkau tak seperti Marsinah... Berteriak lantang dalam demo kenaikan upah...
Nyawanya hilang tanpa tanda... Dalam penculikan kala senja...
Mungkin engkau tak seperti Munir...
Tegakkan asasi di negri yang anyir
Di pesawat ia dijemput kematian...
Hingga kini keadilan tak menjadi kenyataan...
Wahai bapak bangsa...
Engkau bagai seorang Pandhita..
dengan pitutur yang menjadi sabda
Meski tutur katamu terkadang disalah makna...
Dunia tahu kebenaran setelah kau tiada...
Harumnya pusaramu seharum baktimu...
Hiruk pikuk peziarahmu seramaii pengorbananmu
Hingga dunia membuka mata..
bahwa engkau kekasihnya
Yang mula di sisinya..
meski tanpa tanda jasa
Sang penakluk..
itu arti namamu...
Dan di garis akhir..
terwujud pula do’a sesepuhmu
Kau taklukkan semua bangsa dan suku...
Tanpa peperangan..
tunduk di hadapmu
Gusdur..
di semua agama engkau berbaur...
Gusdur..
namamu takkan pernah terkubur