SANG PEMBERONTAK JIWA
Oleh Angga Kusuma Wardana
Tak ada semangat yang ku lihat dari wajahmu..
Tatapanmu kosong tak berarti..
Pelupuk matamu cekung menghitam, lelah menanggung semua beban yang kau jalani..
Senyummu merekah namun penuh kepalsuan..
Batinmu menjerit tapi tak mampu engkau mengeluarkan suara..
Kau hanya diam memendam semuanya..
Kau menentang takdir-Nya..
Kau tanggalkan titah-Nya..
Kau campakan keimananmu..
Kau biarkan Sang Durjana mendekapmu..
Kau adalah Sang Pemberontak Jiwa..
Kini yang kau raih hanya kehampaan jiwa..
Kini yang kau petik hanya pucuk asa semu..
Kini hatimu kian gundah..
Kini duka nestapa kian mendera..
Cukup, sudahi pemberontakan di jiwamu..
Tak perlu lagi kau menantang Penciptamu..
Aku merasakan kekecewaanmu yang teramat dalam..
Aku memahami niat dari setiap perbuatan buruk yang kau lakukan..
Aku mengerti kau ingin bertemu dengan-Nya..
Untuk menanyakan langsung tentang ketidak adilan yang kau terima..
Tak ada yang memahamimu kecuali aku..
Aku yang menangisi dan selalu mendoakanmu..
Aku yang setia menemanimu ketika kau bahagia dan kecewa..
Aku mengerti dan memahamimu..
Karena aku adalah hati kecilmu...
Cukup, sudahi pemberontakan di jiwamu ini..