SAJAKKU BAU ANYIR
Oleh Nia Ellzaqim
Sengaja kunodai kertas lusuh dengan sedikit sajak ini
Sengaja kutulis lewat bau busuknya sampah ini
Tak lupa ditemani para bangkai lengket di aspal jalan
Karena tak sengaja ku melihat kalian disana
Aku hanya ingin menyapa dan berkata :
Apa kabar kalian wahai bapak menteri ?
Sudah lama kutak jumpai wajah gelimang hartamu
Karena aku terlalu sibuk dengan para temanku
Bersama mereka aku mendapat sesuap nasi
Walau mereka berbau anyir sekalipun
Tapi setidaknya mereka tak sebau anyir ekspektasimu
Apa kabar kalian para rezim ?
Sudikah kalian melewati lapangan kerjaku ?
Tak jijik kah kalian dengan teman kerjaku ?
Tapi setidaknya, temanku tak sejijik janji dustamu.
Dan ,
Lupakah kalian jika negeri ini sudah berevolusi ?
Ataukah hanya pura-pura ?
O, jaman edan !
Tak segan kalian memicingkan mata untukku..
Untukku yang hanya rakyat kecil
O, fatamorgana kekuasan !
Cukup saja atas janjimu
Cukup saja atas dustamu
O, tikus kota !
Semoga saja kalian tau
Airmata mengalir dari sajakku ini .