🪷 Bijaksana

SAJAK ZAMAN

Puisi Muhammad Rois Rinaldi

Di atas panggung kulihat gadis seksi menari-nari tanpa busana menjulurkan selendang ia menghampiri para lelaki, bujang juga si renta jalang matanya ketap-ketip, oh lentik jemarinya menggelitik gairahku menaiki ubun-ubun, hati bak letupan peluru tapi seketika menjadi anyep pada bulat matanya terkubur peradaban purba terbaca catatan nenek moyang yang pandai menenun senyum membuat selimut tebal menjaga anak-cucu dari raung ngeri malam malam tak pernah berubah, tetap gelap, sesekali berbulan berbintang tapi kini, petuah tak lagi merekah, hanya kuncup-kuncup layu tak ada tenunan, kita bebas tel**jang memajang kemolekan dan lupakanlah Tuhan, birahi kita telah mendapatkan mandat Nya lagi pula di atas panggung lain, pada malam yang sama para penceramah itu telah lupa pada amanah pesan-pesan terbang bersama guyonan ala ludruk dan para jamaah duduk manis menikmati sajian di atas panggung telah kusaksikan manusia-manusia te***jang di atas panggung tengah kusaksikan para penceramah menggelar lawakan dan mari, bersama-sama menyalahkan zaman yang menua CILEGON-BANTEN 02 NOVEMBER 2011

Puisi Lainnya

TAMASYA Puisi Muhammad Rois Rinaldi HUJAN PAGI INI Puisi Muhammad Rois Rinaldi SEGUMPAL WAKTU Puisi Muhammad Rois Rinaldi PEMAKAMAN IMAN Puisi Muhammad Rois Rinaldi