🪷 Bijaksana

SAJAK BURUNG PIPIT

Oleh Muhammad Fadhil Nurdiansyah

Terbang aku mengarungi langit majapahit Di dingin yang teramat ku bentangkan sayapku Melihat sesusur jalanan kota Hilir mudik orang orang dengan sibuknya Membawa sepeda mengangkut bahan dagangnya Anak anak berseragam rapi tersenyum gembira Para manula bercengkrama diwarung kopi bersama Kutenggerkan cakarku di atap rumah warga Mencari hawa sejuk pagi yang semilir tenang Ku bentangkan sayapku yang tak sebentangan elang Kekepakkan menyusuri majapahit selatan Disana kumerasakan Panas, terpaan debu bangunan Ahh.. disana mengerikan Bau tak sedap memasuki hidungku Pamplet pamplet pemberontakan terpajang Bentuk perlawanan pabrik menjulang Disana kulihat jalan berlubang seakan sudah saudara Truk muatan batu menjadi teman jalanan Bertenggerku di pohon beringin tua Dan bertanya tanya? Dimana pemerintahnya Bagaimana nasib suara suara rakyat yang bersamaku terbang menuju kantor kekuasaan Majapahit.. Kata kakek nenekku majapahit itu Permai, Sejuk, Penuh ketentraman Orang orang hidup bersama kaum kami Berkumpul bersama Bercengkrama bersama Makan tak makan Tetap bersama Tapi.. Aku tak bisa menemukannya dizaman ini Selalu terbenak dihayalanku Yang dibicarakan kakek nenekku Kakek.. Apakah benar cerita yang kau sampaikan itu? Nenek.. Mungkinkah benar ceritamu tentang kebersamaan itu? Ah.. lupakan Dibenakku, majapahit bukan seperti cerita lama Majapahit adalah rumah pabrik berdiri Bukan tempat keharmonisan terakit suci Seperti yang kau ceritakan Kek, Nek No Urut: 7152 Tanggal: 22/02/2017 7:01:18

Puisi Lainnya

BULAN SABIT Oleh Muhammad Fadhil Nurdiansyah AKU Oleh Muhammad Fadhil Nurdiansyah SELAMAT PAGI Oleh Muhammad Fadhil Nurdiansyah MAESTRO KEHIDUPAN Oleh Muhammad Fadhil Nurdiansyah IDEOLOGI JAHILIYYAH Oleh Muhammad Fadhil Nurdiansyah