🪷 Bijaksana

RUMAH TUA

Oleh Muhammad Adrian Alrizqi

Kuberjalan tanpa segan Menyusuri jalan, di tengah hutan Sampailah aku, ditujuan Rumah tua, tak bertuan Kubuka pintu, bergetar tangan Atmosfer Kelam kurasakan Tempat ini, dulu bekas pembantaian Pembantaian sebuah keluarga bangsawan Seakan, ku merasa disambut Jantungku berdegup kencang, tanda ku takut Terkadang, ku mendengar bisikan bisikan lembut Yang membuatku tersesat, bak ditengah kabut Lalu.. Ditengah pekatnya kegelapan Muncul, sesosok "penampakan" Bersandang putih, berbalut kafan Tatkala bersembunyi, di balik bayangan Kulitnya pucat, berwajah masam Bermata merah, menatap tajam tak berkata, tak bergumam Bak rembulan, ditengah malam Bergetar nadi, tergoyah jiwa Membeku raga, terancam nyawa Ku berlari, sekuat tenaga Pintu keluar, didepan mata Ku beranjak tanpa ragu Kumantapkan, tiap langkahku kutinggalkan, rumah itu Rumah tua yang berhantu

Puisi Lainnya

PENYESALAN PENGEMIS TUA Oleh Muhammad Adrian Alrizqi