RUMAH DALAM DIRI
Oleh Tri Yuza Kasnuharda
Dalam diam
Selir rindu yang terkikis ragu
Tergambar dalam senyum palsu.
Menjelang pulang
Ayunan langkah kaki
Tak kunjung henti menyusuri jalan.
Sepanjang malam
Bersedekap menyusuri jalan setapak bebatuan
Dengan tenang
Pada bulan yang menerangi malam
Mengaitkan pandangan ke atas langit yang membentang
Terlihat pula awan hitam mulai terbentuk
Berarakan untuk menutup
Meredupkan setengah cahaya bulan yang terang
Pandangan kini tersamarkan
Gelap langit kian berpacu menuju hitam pekat
Dikejauhan tampak pintu rumah telah menunggu
Untuk kembali dibuka oleh sang tuan
Setelah sekian lama mengembara
Banyak pelajaran dan pengalaman ikut serta dalam kehidupan
Ia mengetuk kembali harapan
Sebelum masuk ia berucap :
Pada pintu-pintu hati yang tertutup
Berikanlah sebuah kunci yang leluasa untuk merangkul semesta
Kelak ketika cinta telah ia temui kembali
Maka abadi lah sepanjang waktu yang tersisa