🪷 Bijaksana

RERUMPUTAN DI JALAN SETAPAK

Oleh Falya Zakira

Tangkai-tangkai tipis kalian Begitu ramai berdesakan Bertahan di setelempap setapak itu Dimana terik sang surya membakar tanpa ampun Dan sepatu-sepatu berpijak setiap waktu Kaki-kaki itu tak peduli, mereka injak saja daun-daun mungil kalian Mereka tumbangkan tangkai-tangkai kering kalian Namun kalian tak merintih, sebab begitulah alam menjadikan kalian Bergeming Menanti tunas-tunas baru dan sehat tumbuh menggantikan yang sekarat Dan angin yang menggebu, cicit burung yang menggigit keheningan Seolah menemani tanpa bisa berkata Apalagi menolong Kala jutaan tetes hujan menimpa beberapa saat saja Luruhlah hiruk-pikuk yang menginjak-injak kalian itu Basahlah dan menjadi suka cita kalianlah kala itu Namun kegembiraan selalu terasa sekelabat saja Begitu hujan mereda, begitu lalu-lalang manusia kembali merusakmu Terulanglah musibah itu Padahal kalian bernyawa juga Padahal kalian makhluk Tuhan juga Seperti halnya pemilik kaki-kaki itu Tapi mereka takkan pernah mengertinya Dan beranggapan Kalian hanyalah sekerat rumput