RERUMPUTAN DI JALAN SETAPAK
Oleh Falya Zakira
Tangkai-tangkai tipis kalian
Begitu ramai berdesakan
Bertahan di setelempap setapak itu
Dimana terik sang surya membakar tanpa ampun
Dan sepatu-sepatu berpijak setiap waktu
Kaki-kaki itu tak peduli, mereka injak saja daun-daun mungil kalian
Mereka tumbangkan tangkai-tangkai kering kalian
Namun kalian tak merintih, sebab begitulah alam menjadikan kalian
Bergeming
Menanti tunas-tunas baru dan sehat tumbuh menggantikan yang sekarat
Dan angin yang menggebu, cicit burung yang menggigit keheningan
Seolah menemani tanpa bisa berkata
Apalagi menolong
Kala jutaan tetes hujan menimpa beberapa saat saja
Luruhlah hiruk-pikuk yang menginjak-injak kalian itu
Basahlah dan menjadi suka cita kalianlah kala itu
Namun kegembiraan selalu terasa sekelabat saja
Begitu hujan mereda, begitu lalu-lalang manusia kembali merusakmu
Terulanglah musibah itu
Padahal kalian bernyawa juga
Padahal kalian makhluk Tuhan juga
Seperti halnya pemilik kaki-kaki itu
Tapi mereka takkan pernah mengertinya
Dan beranggapan
Kalian hanyalah sekerat rumput