🪷 Bijaksana

RATAPKU MENATAP REMBULAN

Oleh Asiyah

Senjaku telah berlalu, Sang rembulan telah beranjak Ku tatap terang dari balik petang Berkisah dalam hati tentang yang sudah, atau entah sekedar bertanya cerita yang akan, Esok... lusa... atau hingga bulan mengganti pekan. . Kala meninggi sang rembulan, Ku nikmati sunyi dalam senyap Menggenggam bintang yang belum ku gapai Melepas mimpi yang entah kapan ia datang. . Rembulan berangsur melambai perlahan, Sapa aku yang tak melihatnya dalam pejam Ku tinggal ia bersama gelap Berpalingku sepenuhnya pada terang. . Duhai rembulan, Tak maksud ku pergi Meninggalkan dikau seorang, Hanya sejenak aku pamit Untuk esok yang aku tatap, Untuk esok yang harus ku lalui Untuk esok yang harus aku taklukan dan untuk esok yang tetap harus aku sabari, Agar aku bisa terus menatapmu 'sang rembulan' hingga nanti. . Nanti, Kala sunyi ku satukan dengan senyap Dalam syair 'ramai tawa kemenangan' Maka, Tak lagi ku tatap terang dari balik petang, Tapi dari balik terang ku akan tatap dirimu 'REMBULAN'.