🪷 Bijaksana

PUISI UNTUK PELANGI

Oleh Alif Fatin Fadhilah

Hujan…Berderai jatuh, bersuara Suara yang nyaris tak terdengar Tak terdengar seolah semuanya tertutup Tertutup oleh bisingnya suara kesepian di hatiku Sepi…Sepi hati ini tanpamu Tanpamu yang selama ini menemaniku Menemani setiap hariku Hari-hari yang indah, karenamu Kamu…Kamu pelangiku Pelangiku yang indah Indah, dan sangat berbeda Tapi…Dimana? Dimana pelangiku kini? Kuharap kau hadir kembali seusai hujan ini Kembali dengan sejuta warna yang indah nan mempesona Warnai lagi hari-hariku yang kini kelam, suram Ya…Aku sepi tanpamu di sini Kusampaikan sepenggal rasa yang kian terasa Rasa rindu yang menggebu tiada tara Redup sayup tak terucap, tertuang di udara Hela nafas terasa berat menahan sesak di dada Sakit…Sakit rasanya Sesaat aku tersentak Tersadarkan oleh kenyataan Kenyataan bahwa kau hanyalah angan Harapan palsu yang tak mungkin jadi nyata Mungkin selama ini aku terlalu termanja Terbuai karenanya Aku terlalu hanyut Hanyut dalam alunan nada cinta yang melanda jiwa Jiwaku terbang, melayang-layang di angkasa Detak jantung seakan bernyanyi tanpa irama Urat nadi seperti menari-nari ikuti suasana hati Dan tergores lewat tarian jemari yang begitu mesra Pelangiku…Dapatkah kau dengar bisikan hati ini? Hati ini memanggil hatimu Aku rindu Sungguh rindu Terlalu rindu Hingga sang langit pun bernyanyi Bernyanyi dalam alunan nada tak berirama Hingga hujan kembali menjadi sang penyampai pesan Pesan tentang kerinduanku padamu Pelangiku…