PUISI UNTUK PELANGI
Oleh Alif Fatin Fadhilah
Hujan…Berderai jatuh, bersuara
Suara yang nyaris tak terdengar
Tak terdengar seolah semuanya tertutup
Tertutup oleh bisingnya suara kesepian di hatiku
Sepi…Sepi hati ini tanpamu
Tanpamu yang selama ini menemaniku
Menemani setiap hariku
Hari-hari yang indah, karenamu
Kamu…Kamu pelangiku
Pelangiku yang indah
Indah, dan sangat berbeda
Tapi…Dimana?
Dimana pelangiku kini?
Kuharap kau hadir kembali seusai hujan ini
Kembali dengan sejuta warna yang indah nan mempesona
Warnai lagi hari-hariku yang kini kelam, suram
Ya…Aku sepi tanpamu di sini
Kusampaikan sepenggal rasa yang kian terasa
Rasa rindu yang menggebu tiada tara
Redup sayup tak terucap, tertuang di udara
Hela nafas terasa berat menahan sesak di dada
Sakit…Sakit rasanya
Sesaat aku tersentak
Tersadarkan oleh kenyataan
Kenyataan bahwa kau hanyalah angan
Harapan palsu yang tak mungkin jadi nyata
Mungkin selama ini aku terlalu termanja
Terbuai karenanya
Aku terlalu hanyut
Hanyut dalam alunan nada cinta yang melanda jiwa
Jiwaku terbang, melayang-layang di angkasa
Detak jantung seakan bernyanyi tanpa irama
Urat nadi seperti menari-nari ikuti suasana hati
Dan tergores lewat tarian jemari yang begitu mesra
Pelangiku…Dapatkah kau dengar bisikan hati ini?
Hati ini memanggil hatimu
Aku rindu
Sungguh rindu
Terlalu rindu
Hingga sang langit pun bernyanyi
Bernyanyi dalam alunan nada tak berirama
Hingga hujan kembali menjadi sang penyampai pesan
Pesan tentang kerinduanku padamu
Pelangiku…