PUISI PUASA
Oleh Mega Kahdina
Jika puasa adalah puisi
Maka puasa adalah ketika sunyi semakin sepi
Menjadi nirbunyi diiringi dentum kodok ba’da hujan
Kali ini puasa bukan sekedar puisi
Tapi sebuah cerita yang semestinya tertulis menjadi buku
Gejolak kecamuk hati yang aku bungkus dengan kotak merah
Dan kutaruh didepan pintu rumahmu
Aku ingin kau membacanya
Memaknai setiap inci isinya, dan merubah arti dari sebuah buku, menjadi dongeng
Meski hanya dongeng karanganku yang akhirnya tak bisa pasti diraba
Meski hanya dongeng pengantar tidurku
Kunci gerbang untuk membawamu dalam fantasi semu yang khayal
Maka biarlah puisi itu menjadi bayangmu
Mengabadikan dirimu
Surabaya, 14 juli 2013