🪷 Bijaksana

POTRET BERDARAH

Oleh Ahmad Ridwan .P

Saat redup di sepanjang koridor Kelelawarpun kembali terlelap Meringkuk hangat di dalam kelam Bbersama malam Potret di jendela yang tak berdaun itu Seakan mengerti apa yang terjadi Setelah malam berpusar dalam lonceng Bersama tengkorak yang terserak di bawahnya Potret di jendela yang tak berbingkai itu Seakan melihat apa yang tertulis di sisinya Lukisan darah yang terciprat 100 tahun silam Lukisan tentang pembantaian massal Potret di jendela yang tak berkaca itu Menjadi korban dan saksi bisu Yang menatap nyalang Dan lepas terbang Potret itu berlumuran darah Tak sudi mengenang prahara Prahara saat sekujur tubuhnya digerayangi