🪷 Bijaksana

PERKAKAS KERINDUAN

Oleh Muhyidin Afandi

Wanita yang duduk di bangku depan kelas ku 5 tahun lalu kau buang senyuman padaku waktu itu Dimana kita saling memilih untuk mengenal tanpa harus meminta Kau tampak manis dengan kerudung yang membelit rambutmu Dan sampai malam ini aku masih mengingatmu Telah sampai dimana kita pernah memuji untuk mengenal Kita pernah melalui masa dimana saling bahu membahu Menuntun sebuah harapan yang jauh dari keinginan Namun jam dinding di sekolahan berkata lain Kini aku sudah begitu jauh merindukanmu Senyuman yang kau buat sedemikian rupa indahnya Membuatku begitu bodoh untuk memujinya Sesal yang terbentur pagar di depan rumahmu Kini sudah menjadi musuh d setiap pagi di dalam ingatanku Pernah ku pikir akan bahagia melihatmu bahagia Tapi naif bagiku Yang di setiap malamnya berharap balasan kabar darimu Kini aku tertunduk malu Karna merindukan apa yang sudah pernah aku lupakan Kepada malaikat yang aku imani Tolong jadikan rindu ini sebagai dosa Agar aku takut untuk meribdukannya lagi Karna 1 tahun lamanya aku membodohi diriku dengan merindukannya Terima kasih senyum yang terakhir aku lihat Dan untuk semua cerita yang kita bacakan di depan kelas Aku merindukan mu Wahai wanita yang duduk di bangku depan kelasku,5 tahun lalu