🪷 Bijaksana

PERCIK API DALAM TINTA HUJAN-KU

Oleh Mitahul Hanifah Qohar

Pandanganku menghitam Memeluk malam yang dingin Langkah kecilku merayap pelan Mencari seberkas cahaya dalam gelap Kumaknai petak-petak dalam rinai hujan Mengguyur bumi yang berselimut awan Untaian dzikir mengalun merdu Menemani hujan yang merembes patuh Menodai tanah kering dengan deras Tangis mungil memecah sunyi Meratap cahaya dalam himpitan do’a Kulantunkan syair-syair diksiku Berdialog dengan Sirius Berharap ada telinga yang mendengar Harap-harap cemas generasi akhir Membuka lembaran sembari merapal do’a Kulihat mereka membaca jalan Tangan kanan berkawan cawan Dengan kiri sebotol minuman Kerupuk putih jadi teman, bahkan sahabat Melengkapi pedas manis dalam kehangatan malam kedua Dalam gerbong Maret yang masih mentah