🪷 Bijaksana

PENUH KEIKHLASAN MENDIDIKKU

Oleh Aris Wibowo Situmorang

Kenangan abu-abu tersimpan rapuh di lubuk kalbu. Berharap sirna ditelan waktu, menyeka memori sendu tanpa tersentuh. Runtuh nan kelayuan, hanya mampu melihat dari kejahuan. Meratap pilu penuh haru, melirik lirih penuh rintih, terjebak luka di dalam duka, terkungkung hampa tanpa bicara. Saat sendi-sendi ini tak lagi mampu berdiri, menelisik risih rasa hati. Aku tak tahu harus kemana ku labuhkan rasa resah penuh gelisah. Ku coba pasrah kepada sang pemilik Jiwa. Sang Pemilik rasa Pengendali Karsa. Aku serahkan dengan kepasrahan, ... Kepada-Mu Tuhan ...