🪷 Bijaksana

PENJARA CINTAMU

Oleh Andi Mardana

Wahai sang pemilik malam, dengarlah rintihan hatiku Aku yang terpuruk seakan tak ada bahagia menantiku Jiwaku terkungkung dalam sangkar bambu yang sempit Ragaku terpasung dalam penjara cinta tanpa arah Naas bagiku, karena tak kuasa melepaskan diri dari belenggu itu Mata ini tak kuasa menahan isak tangis Kurasakan pilu di dada, hati bagai tersayat sembilu Otak ini seakan tak mampu lagi berlogika Karena perasaan cinta yang begitu mendalam Kala kumerenung di kesunyian malamsuara risih terdengar dari lubuk hati Memintaku untuk berdiri dan mengambil langkah menuju kedamaian Langkah inipun tertahan oleh hasrat cintaku Kusandarkan bahu di sudut kamar yang gelap tanpa suara Kurasakan suramnya kehidupanku yang dibelenggu oleh asmara Tertutup segala rongga kehidupan di sekelilingku Ku biarkan diriku menyendiri tanpa ada yang menemani Kubiarkan damai itu berlalu dengan senyum kepedihan Kuyakini seberkas cahaya akan menuntunku kepada damai tiada tara Sungguh malangnya diriku, tangan yang kaku ini tak mampu menggapainya Mata yang tajam tak mampu menatap cahaya sang dewi malam Dan telinga inipun tak mampu mendengar suara syahdu hembusan angin Kurasakan raga ini sirna tanpa jiwa yang bebas Hanya tulang yang terbungkus daging tanpa atsar Bahagia yang kunanti hanyalah kehampaan

Puisi Lainnya

CINTA TULUSKU Oleh Andi Mardana AKU TAK BISA MEMBENCIMU Oleh Andi Mardana