🪷 Bijaksana

PENGHUNI TERAKHIR

Oleh N.D.A.R

Atapnya dari bamboo bocor Tak berpelipis karna kering Nenek…Ini ada singkong untuk kita makan mala mini Singkong rebus hangat nan hambar Jangan dirasa untuk lidah Kau tahu lidah itu tak bertulang Dia pasti berdusta untukmu Makanlah demi cacing perutmu Hahaha…Giginya yang tiada terlihat Baik, cucuku tercantik Usaplah arang hitam di kening mu Bersihkan dengan wudhu Setelah itu kita makan bersama Sajian ternikmat alloh untuk kita Lidah itu takkan dusta Ini singkong hambar rasanya Ingat ini di memorimu cu.. Singkong ini sangat sangat lezat Karena peluhmu Karna tiupan ikhlasmu demi nyala api Karena hatimu singkong ini matang dan nikmat Huk uhuk uhuk…Sudahkah nenek ku tercinta ini minum obat?? Sampai terbatuk nan parah layak tadi Hmmm…Jangan kau pikirkan nenek Pikirkan saja bintang timur yang menari di depan mu Pikirkan jauh-jauh , nduk.. Tidakkah bintang timur ku sedang bersamaku sekarang Selalu di sampingku Menari mendenndang dalam lagu hidupku Berisi syair nan indah tak berguru Tancapkan ini dalam setiap lekat-lekat memori di otak mu cucuku Bintang timur ini sudah renta.. Sudah tak sanggup mengunyah singkong tak berdosa mu Sudah tak sanggup mengacungkan jari telunjuk untukmu Atau jari jempol untukmu kelak Ingatlah cucu ku Sinar emas itu ada di dalam.. Gali lah, gali lah Tepat di halaman belakang rumah ini.. Cucuku tercinta…Jangan ciut nyawa mu Jangan ciut nyali mu Simpan ucap tutur ku ini di sela-sela jantung hatimu.. Kau penghuni gubuk ini Penghuni tercantik milik nenek Innalillahi wa inna ilaihi rojiun