PENGHUNI TERAKHIR
Oleh N.D.A.R
Atapnya dari bamboo bocor
Tak berpelipis karna kering
Nenek…Ini ada singkong untuk kita makan mala mini
Singkong rebus hangat nan hambar
Jangan dirasa untuk lidah
Kau tahu lidah itu tak bertulang
Dia pasti berdusta untukmu
Makanlah demi cacing perutmu
Hahaha…Giginya yang tiada terlihat
Baik, cucuku tercantik
Usaplah arang hitam di kening mu
Bersihkan dengan wudhu
Setelah itu kita makan bersama
Sajian ternikmat alloh untuk kita
Lidah itu takkan dusta
Ini singkong hambar rasanya
Ingat ini di memorimu cu..
Singkong ini sangat sangat lezat
Karena peluhmu
Karna tiupan ikhlasmu demi nyala api
Karena hatimu singkong ini matang dan nikmat
Huk uhuk uhuk…Sudahkah nenek ku tercinta ini minum obat??
Sampai terbatuk nan parah layak tadi
Hmmm…Jangan kau pikirkan nenek
Pikirkan saja bintang timur yang menari di depan mu
Pikirkan jauh-jauh , nduk..
Tidakkah bintang timur ku sedang bersamaku sekarang
Selalu di sampingku
Menari mendenndang dalam lagu hidupku
Berisi syair nan indah tak berguru
Tancapkan ini dalam setiap lekat-lekat memori di otak mu cucuku
Bintang timur ini sudah renta..
Sudah tak sanggup mengunyah singkong tak berdosa mu
Sudah tak sanggup mengacungkan jari telunjuk untukmu
Atau jari jempol untukmu kelak
Ingatlah cucu ku
Sinar emas itu ada di dalam..
Gali lah, gali lah Tepat di halaman belakang rumah ini..
Cucuku tercinta…Jangan ciut nyawa mu
Jangan ciut nyali mu
Simpan ucap tutur ku ini di sela-sela jantung hatimu..
Kau penghuni gubuk ini
Penghuni tercantik milik nenek
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun