🪷 Bijaksana

PENGELANA HATI

Oleh Michele

Suatu hari… aku berkelana Melangkah jauh,.. meninggalkan dunia yg aku kenal…Membiarkan diriku tersesat dalam gelapnya malam dan dinginnya embun pagi Membiarkan diriku hilang…Karna aku tak mengenal lagi ragaku ini…Kusibakkan semua semak dalam jalanku…Angin bertarung dengan pedang dan hatiku…Bulan berkata dalam mimpiku…Namun terus ku berkelana…Sampai aku terjebak dalam amarah ombak di dalam kalut dunia Kuterus bertanya kepada matahari dan bintang…Manakah arah yg aku cari…. Namun tak ada jawaban… sinar mereka terlalu cerah tuk membimbingku Aku lalu bersujud pada bulan…Namun tak ada jawaban… bulan terlalu lembut untuk kuikuti…Lalu aku berjalan lagi…Sampai lautan menyambut keberadaanku…Menyiapkan sajian untuk hati yg kosong dengan suaranya yg merdu Ku kemudian bertanya padanya…Namun kemudian dia berubah menjadi tenang…Terlalu tenang…Sampai akhirnya aku mendengar suara kecil…Hampir tenggelam dalam cahaya matahari dan bintang Hampir bisu akan pesona bulan Suara itu berisi ketidakpastian Suara itu berisi hatiku…Suara itu adalah Dia…Lalu aku pergi meninggalkan lautan Pergi mengunjungi bulan tuk memberinya pedang lusuh Pergi lagi menghadap matahari dan bintang tuk memberinya malam Lalu aku kembali pada dunia yg dulu tak kukenal lagi…Melengkapi diriku sendiri dengan apa yg aku tau…Dunia tak sempurna kawan…Hati juga bisa salah…Namun dengan sedikit ketenangan…Jawaban akan pertanyaan kita… akan terjawab Karna Tuhan tak bisa mendengar kita dengan suara-suara itu..Namun, Dia bisa mendengar jika kita diam.. Diam bukan berarti Dia tidak tau…Diam berarti Dia mendengar…