🪷 Bijaksana

PENDIL TERAKHIRKU

Oleh Lia Novianty

Aku telah menunggu hari demi hari Kerinduan bahkan mendesakku untuk menyampaikan isyarat padamu Kutemukan kau datang dengan tiba tiba didepanku Kupikir isyarat itu telah sampai Tapi, kupikir aku salah menduga Entah karena kebodohanku Atau karena lemahnya perasaanku Kucampakkan semua keegoisan itu jauh jauh Kupikir senda gurau itu akan berakhir Dan menumpahkan airmata akhirnya Bukan airmata haru, Tapi airmata kesedihan. Kali ini telingaku benar benar merasa sakit bak tersambar petir Atau lebih baik aku menjadi bisu , tuli dan buta didepanmu? Aku mengubur semuanya selama bertahun tahun Aku telah mencoba merangkainya kembali tapi kau kembali untuk mencabik cabiknya

Puisi Lainnya

DAUN-DAUN YANG BERGUGURAN Oleh Lia Novianty JANJI DANDELION Oleh Lia Novianty